Berita  

Crazy Rich Palsu, Marak Di Sosial Media, Gimana Cara Bedainnya?

Crazy Rich Palsu, Marak Di Sosial Media, Gimana Cara Bedainnya?
Crazy Rich Palsu, Marak Di Sosial Media, Gimana Cara Bedainnya?
Advertisements

Di sosial media, makin bertambah orang Indonesia yang menyukai memperlihatkan kemewahan hidupnya, sampai sering disebutkan dengan istilah ‘crazy rich’. Tetapi, rupanya dibalik itu ada yang bersandiwara dengan arah ‘market signal’, mereka ‘dititipkan’ pemilik merek supaya seseorang ingin menggunakan satu produk atau jasa yang dipakainya.

Akademiki dan Pegiat Usaha, Rhenald Kasali menjelaskan, ada orang yang memperlihatkan kekayaan walau sebenarnya cuman agen atau merek ambassador yang diperlihatkan begitu, dengan arah supaya seseorang ikuti usaha yang dipasarkan secara halus. Bahkan juga, ada pula orang berpura-pura kaya untuk penipuan.

“Itu banyak terjadi sekarang ini dan kita yang tidak pahami selanjutnya masuk ke umpan mereka,” kata Rhenald Kasali dalam podcast Deddy Corbuzier dengan judul ‘Sok Kaya Tetapi Nipu Trading!! Berbohong Semua?!’

Rhenald juga menerangkan beberapa ciri orang kaya dan orang yang cuman berpura-pura kaya. Berikut bedanya:

  1. Orang Kaya Asli Tidak Ekspos Terlalu berlebih

Rhenald menyebutkan orang yang betul-betul kaya pada intinya tidak sukai ekspos berlebihan. Bahkan juga ada pula yang hidupnya malah simpel di antara takut pajak dan memang style hidup.

Advertisements

“Jadi jika mereka membeli yacht ia mengetahui uangnya berapakah dan itu cuman berapakah % dari penghasilannya, itu lumrah, normal. Ada orang kaya yang hidupnya simpel sekali, dapat takut pajak, dapat pola hidup yang ditanamkan dari keluarga hingga jika ia makan tuch nikmat sekali karena bukan buat pencitraan, ia simpel saja tiba ke warung bakmi tepi jalan,” katanya.

  1. Orang Kaya Asli Tidak Punyai Narasi Pengalaman Terlampau Prima

Rhenald menerangkan tidak seluruhnya orang kaya dapat meraihnya dengan umur muda 20-an tahun, terkecuali orang itu memang turunan orang kaya. Bila kerjanya tidak kelihatan tetapi telah menjadi orang kaya, pantas ditanyakan apa orang itu betul-betul kaya atau cuman berpura-pura kaya.

“Itu almost impossible, terkecuali ia turunan orang kaya. You are only twenty and then you say that billionaire, big question lu bisa darimanakah sekencang itu? Lu ngomong punyai perusahaan, kita kalkulasi saja produknya semacam ini selanjutnya ia dapat beli produk yang membuat ia dapat ekspos,” imbuhnya.

  1. Kelihatan Dari Barang yang Dibeli

Orang berpura-pura kaya, kata Rhenald, beli beberapa barang mahal cuman untuk pamer. Dan orang yang betul-betul kaya beli barang eksklusif yang dapat mengirit waktunya.

“Barang yang dipunyai orang kaya berlainan sama barang yang dipunyai orang ekspos, barang dan jasa yang dibeli beda. Contoh lo kaya, lo pentingnya apa agar saving your time? Lo perlu individual assistant, lo perlu individual therapist karena kita kan harus sehat karena kerjanya semakin banyak dari orang lain. Lo perlu akses, bukan barangnya. Jadi jika perlu pesawat tahu kontraknya sama siapa, bukan perlu barangnya sebetulnya,” bebernya.

“Selanjutnya lo tidak akan membeli kendaraan jika rumah lo belum bagus. Umumnya kendaraan lo harga tambah murah dari rumah lo, tetapi jika rumah masih angsuran, biasa saja, tetapi mobil demikian miliar itu big question,” tambahnya.

  1. Orang Kaya Asli Tidak Berlebihan untuk Konsumsi

Langkah membandingkan orang kaya asli atau palsu rupanya dapat disaksikan dari foto. Orang kaya asli bila membuat photo lebih alami, dan orang kaya yang palsu terlampau mengada-ada supaya photo yang dibagi selalu kelihatan sempurna.

“Yang kaya betulan itu membuat photo alami, terkadang cukup norak sedikit, noraknya beda. Tetapi (orang kaya palsu) ia buat photo semua fotonya kece, sehingga ia punyai photografer yang selalu ikutin ia yang untuk pasarkan produknya. Sehingga ia harus tampil perfect karena ada kebutuhan produknya,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.